Rabu, 26 April 2017

SDM THAI PART IIB

KOTA-KOTA BESAR DI THAILAND

Thailand adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang berbentuk kerajaan, dan dikenal juga sebagai negara yang memiliki berbagai pusat industri dan panorama indah menarik. Berbagai pusat industri tersebar dipelosok kota besar di Thailand. Pun demikian pusat-pusat budaya juga. Berikut 5 kota terbesar di Thailand yang memiliki  populasi penduduk terbesar:

1. Bangkok, populasi 5.658.953 jiwa
Bangkok adalah ibu kota dan kota terbesar di Thailand. Kota ini terletak di tepi barat Sungai Chao Phraya, dekat Teluk Thailand. Bangkok adalah salah satu kota dengan perkembangan terpesat, dengan ekonomi yang dinamis dan kemasyarakatan yang progresif di Asia Tenggara. Kota ini sedang berkembang menjadi pusat regional yang dapat menyaingi Singapura dan Hong Kong, namun masih mempunyai masalah dalam sektor infrastruktur dan sosial sebagai akibat perkembangannya yang pesat. Bangkok telah lama menjadi pintu masuk bagi penanam modal asing yang ingin mencari pasar baru di Asia. Kota ini juga mencatat sebagai salah satu kota di dunia dengan laju penambahan konstruksi gedung pencakar langit tercepat. Kaya akan situs-situs budaya membuat Bangkok sebagai salah satu tujuan wisata terpopuler di dunia.
2. Nonthaburi, populasi 260.555 jiwa
Nonthaburi adalah kota utama dari kabupaten dan provinsi dengan nama yang sama di Thailand.
Nonthaburi meliputi lima wilayah Talat Khwan, Bang Khen, Bang Kraso dan Tha Sai. Pada Januari 2011, memiliki penduduk 260.555, menjadikannya kota terbesar ketiga di Thailand. Karena lokasinya dekat dengan kota Bangkok sebenarnya kota ini masuk ke dalam pinggiran kota Bangkok, bagian dari Metropolitan Area Bangkok.
3. Pak Kret, populasi 168.763 jiwa
Pak Kret adalah sebuah Kota kotamadya di distrik dengan nama yang sama di Provinsi Nonthaburi, Thailand. Pak Kret terletak di dataran Thailand Tengah di tepi timur Sungai Chao Phraya yang lebih rendah, berbatasan dengan Kota Nonthaburi di selatan dan Provinsi Pathum Thani di utara. Kota ini adalah daerah pinggiran ibu kota Bangkok, yang berbatasan di sebelah timur, membentuk pembangunan perkotaan berkelanjutan dari Wilayah Metropolitan Bangkok. Dengan jumlah penduduk terdaftar 178.907 jiwa, Pak Kret adalah kota kedua terpadat dari kota-kota di Thailand setelah Nonthaburi.
4. Hat Yai, populasi 157.682 jiwa
Hat Yai merupakan nama kota yang terletak di Thailand bagian selatan terletak di dekat perbatasan Malaysia. Dengan memiliki jumlah penduduk sebanyak 155.805 jiwa (2005) di daerah kota dan di daerah metropolitan berjumlah 700.000 jiwa, terletak di Provinsi Songkhla. Nama “Hat Yai” berasal dari “Ma Hat Yai”, dipanggil pohon Ma Hat.
 5. Udon Thani, populasi 141.953 jiwa
Udon Thani adalah sebuah kota di Isan, kawasan timur-laut Mueang Thai, dan merupakan ibukota Provinsi Udon Thani. Kota ini memiliki populasi sebesar 143.081 terletak sekitar 560 km dari Bangkok. Udon juga merupakan pusat komersial utama di Isan utara dan pintu gerbang ke Laos, Vietnam Utara dan Cina Selatan. Udon Thani memiliki Mal Big C, sebuah supermarket Tesco-Lotus (anak perusahaan milik Tesco), pusat perbelanjaan Makro, Carrefour, di Mal plaza sentral dan mal baru, Udon Town.



Jumat, 21 April 2017

SDM DI THAILAND PART V

MSDM DI THAILAND
( JAWABAN KORESPONDEN )


Pertanyaan : Jika anda di kirim dri perusahaan untuk menjadi bekerja  di Thailand kira" apakah tertarik ? Jika ya jelaskan begitu juga sebalik nya !

Jawaban :

1)Helena ( Taylor's University - Malaysia )
-Tidak  , karena Thailand adalah negara kerajaan dan pernah terjadi banyak konflik di negaranya ,  jadi menurut saya kurang aman . Dan personally saya memang kurang suka dengan Negara Thailand

2)Nickolas Tunggara ( Universitas Prasetya Mulya - Tangerang )
- Tidak , karna segi pemerintahan berbeda , dan skill experience nya tidak sama dengan negara kita

3)Andre Nathaniel ( Monash University - Australia )
-Mau jika tawaran bonus dan jabatan lebih tinggi dari Indonesia
-Saya sendiri suk World Explore jadi language barrier tidak masalah


4)Stella Amabel ( Universitas Indonesia - Depok )
- Untuk saat ini enggak tertarik karena menurut saya susah apalagi barrier nya paling susah adalah bahasa Thailand , dan Thailand menurut saya kurang aman .

5)Tiffany Nadia ( Saxion University of Applied Science Enschede - Netherland )
-Tidak mau , karena sebagai ekpatriat yang sedang bekerja di Eropa sekarang dia merasa lebih nyaman dan di hargai , bonus yang di dapat juga lebih tinggi , dan juga negara Thailand memiliki bahasa yang susah di mengerti 

6)Dionisia Tara ( Georgia Institute of Technology - Atlanta )
-Saya tidak tertarik , karena mata uang Thailand kecil , gaji tidak sebesar negara barat , dan tidak nyaman karena kurang aman di negara Thailand

Jadi kesimpulan saya dari negara kita sendiri yang mau bekerja di Thailand masih kurang karena alasan yang paling banyak mengapa tidak mau adalah  yang pertama mungkin dari segi keamanan , dan yang selanjutnya adalah language barrier .

SDM DI THAILAND PART IV

LINGKUNGAN KERJA

Lingkungan Kerja Multikultural Pada umumnya, orang-orang Thailand memiliki sedikit kecemasan akan kehidupan masyarakat agraris mereka yang mengantungkan dari sumber alam yang berlimpah dan pencegahan dari bencana alam. Sikap modern mereka ditandai oleh kebebasan individu yang kuat, kesabaran, dan keramahtamahan, tetapi juga oleh aturan, penerimaan terhadap kegagalan, dan ketiadaan perencanaan. 

Landasan ciri-ciri ini merupakan ajaran agama Budha, yang menekankan kesabaran, penerimaan, dan pandangan hal positif. Namun demikian, beberapa orang Thai berpendapat bahwa pandangan Budha kosmis juga mendorong ke arah ekstrim, dan takhyul di lain. Pada tahun 2000, lebih dari 50,000 orang-orang di Bangkok merubah nama mereka (berdasarkan nasihat pendeta mereka), dengan harapan dia akan lebih beruntung di kemudian hari. Maipenrai (“tidak ada masalah, baik”) adalah suatu ungkapan sehari-hari yang diberlakukan bagi tiap-tiap masalah, dari cuaca tidak baik sampai hancurnya bursa saham. Dengan cara yang sama, sabai-sabai (“tenang jangan gelisah”) menandakan aksen bahasa Thai yang menunjukkan rileksasi. Mereka bekerja dengan baik ketika mereka tidak merasakan dipaksa segera dan ketika mereka diberi suatu lingkungan sosial yang menyenangkan. Banyak eksekutif Barat menemukan “pengaruh sabai” melemahkan praktik bisnis modern. Seperti kebanyakan Masyarakat Asia lainnya, Thailand terbiasa dengan sistem hirarkis paternalistik. Mereka sangat menghargai orang tua dan pemegang otoritas, serta lebih menyukai ketaatan dan toleransi. 

Rasa hormat ini dinyatakan ketika berada di rumah, tempat kerja, dan sekolah. Mereka menghindari mengoreksi atasan mereka karena takut menghina mereka. Kebanyakan pekerja Thailand tidak ingin nampak seperti menantang bos. Pekerja tersebut sering tidak mendiskusikan atau bertanya untuk memperjelas instruksi yang mereka peroleh, tetapi lebih mengangguk dan nampak untuk memahami, walaupun akhirnya mereka tidak mampu untuk melakukan pekerjaannya karena ketidakjelasan instruksi yang mereka peroleh dari atasannya. Mereka suka memperbicangkan isu dengan cara informal, seperti pada makan siang, dibanding pada suatu pertemuan. Yang penting lagi diketahui oleh orang asing pemberi kerja yaitu bahwa kritikan langsung, bertindak temperamental, dan penolakan ke kompromi dipertimbangkan tidak sopan dibanding di Barat. 

Atasan diharapkan untuk bersikap sopan dan memiliki tenggang rasa, bahkan ketika mereka menegur pekerja. Yang terakhir, kultur bisnis Thailand sangat berbeda dari teori manajemen bisnis Barat saat ini. Para manajer secara khas memberi perintah dan batas waktu, dan pekerja tidak diharapkan mengganggu atau bertanya dengannya atau berkomentar. Sampai saat ini, pekerja tidaklah di PHK karena ketidakcakapan atau kemalasan, PHK hanya dilakukan bagi mereka yang benar-benar melakukan kejahatan di tempat kerja. Demikianlah yang dapat saya sajikan tentang perkembangan yang ada di Thailand,

SUMBER DAYA MANUSIA THAILAND PART 3

PRAKTEK MSDM THAILAND

Isu-Isu Legal (Gross, 2001) Undang-Undang Perlindungan Tenaga kerja 1998 Thailand menetapkan persyaratan gaji, jam kerja, kompensasi, dan isu jaminan sosial. Perbedaan antara Kultur Bisnis Thailand dan Barat mempengaruhi praktik ketenagakerjaan. Kata “Pemberi kerja”, sebagai contoh, menunjuk tidak hanya kepada Konsep Barat, tetapi juga arahan bagi beberapa individu atau perusahaan yang bertindak di bawah arahan pemberi kerja. Ini meliputi perusahaan yang menyediakan layanan manajemen, kontraktor dan sub-kontraktor. Hukum tidak melarang perekrutan didasarkan pada jenis kelamin, umur, corak fisik, atau status serikat buruh

1) Gaji 
 Sudah ditetapkan bahwa pekerja harus menerima gaji mereka pada tempat pekerjaan mereka. Persetujuan Pekerja diperlukan untuk metode pembayaran dilakukan pada tempat berbeda seperti melalui rekening bank atau ATM.Tingkat tarif upah minimum harus berbeda di masing-masing daerah, seperti ditunjukkan dalam tabel 1 di bawah ini.



LOKASI
UPAH MINIMUM / HARI
EKUIVALEN US $
EKUIVALEN IDR
Phuket & Bangkok
215-221BATH
$7,39- $7,19
Rp. 70.205-
Rp. 68.305
Rata-rata nasional
176 BATH
$5,89
Rp. 55.955
Lokasi lainnya yang terendah (Payao)
159 BATH
$5,32
Rp. 50.540


2)Jam Kerja, Liburan, Lembur, Cuti Bersalin dan Cuti Sakit 
 Pekerja harus menerima sedikitnya 13 liburan nasional dan enam hari liburan per tahun ketika mereka sudah bekerja dengan perusahaan selama satu tahun. Selain itu, masing-masing pekerja harus menerima suatu satu jam istirahat setelah bekerja lima jam. Pekerja boleh memilih untuk lebih sedikit waktu istirahat, tetapi harus menerima sedikitnya satu jam per hari. Pekerja juga harus mengambil satu hari libur tiap minggu. Pekerja hamil tidak boleh bekerja saat liburan (Gross, 2001). Lembur dibatasi 36 jam per minggu. Pekerja hamil boleh tidak bekerja lembur. Pemberi kerja perlu merundingkan tentang penerapan undang-undang mengenai pembayaran lembur ke para pekerja profesional. Pekerja Wanita diberikan 90 hari cuti bersalin, dengan cuti yang dibayar maksimum 45 hari. Tidak ada batas atas banyaknya hari cuti sakit yang mungkin diambil, tetapi pemberi kerja hanya diwajibkan untuk membayar satu bulan gaji jika pekerja cuti lebih dari tiga bulan.  

3)Peraturan-Peraturan Kerja
 Pemberi kerja dengan sedikitnya sepuluh pekerja harus menetapkan dan menjalankan peraturan mengenai prestasi kerja, yang ditulis dengan bahasa Thai di tempat kerja. Selain itu, pemberi kerja harus menyimpan daftar pekerja Thai dalam bahasa Thai, seperti halnya dokumen yang berkenaan dengan pembayaran upah dan lembur. 

4)Uang Pesangon 
 Uang pesangon kurang dari 300,000 baht (US$6,900) dibebaskan dari pajak pendapatan pribadi. Besarnya pesangon nampak pada tabel berikut ini:
MASA KERJA PADA PERUSAHAAN
UANG PESANGON
120 HARI – 1 TAHUN
30 HARI
1 TAHUN – 3 TAHUN
90 HARI
3 TAHUN – 6 TAHUN
6 BULAN
6 TAHUN – 10 TAHUN
8 BULAN
LEBIH DARI 10 TAHUN
10 BULAN

5)Tunjangan Kompensasi
  Di bawah Undang-Undang kompensasi, pemberi kerja harus menyediakan tunjangan pada pekerja yang terluka, memperoleh penyakit yang disebabkan, atau mati dalam aktivitas berkait dengan kerja. Pemberi kerja harus memberi ganti-rugi menurut ketentuan hukum, biaya pengobatan, biaya rehabilitasi kerja dan atau biaya pemakaman. Jumlah ganti rugi bervariasi sesuai kasus, tetapi secara umum pemberi kerja harus membayar enam puluh persen gaji tiap bulan antara 2,000 Baht dan 9,000 Baht (US$46-US$210)

6)Jaminan Sosial
 Undang-Undang mensyaratkan Jaminan Sosial bagi pemberi kerja dengan sepuluh atau lebih pekerja untuk menahan 4,5% dari gaji pekerja untuk membayar jaminan sosial tiap bulan. Ini berlaku bagi gaji bulanan kurang dari 15.000 Baht (US$ 350). Pemberi kerja harus menyerahkan jumlah ini dan menyampaikan kontribusi ini kepada Kantor Jaminan Sosial pada hari ke15 pada bulan itu. Pekerja dapat menggunakan tunjangan jaminan sosial mereka untuk menerima gantirugi yang tidak terkait pekerjaan dan penyakit, seperti halnya untuk pembayaran kelahiran bayi, kesejahteraan anak, pensiun, dan ganti-rugi pengangguran. 

7)Hubungan Perburuhan 
 Undang-Undang Hubungan Perburuhan menetapkan undang-undang mengenai hubungan pemberi kerja dan pekerja. Jika pemberi kerja berkeberatan untuk membayar jumlah uang yang diperlukan oleh Hukum Perlindungan Tenaga kerja, pekerja boleh menyampaikan suatu keluhan kepada inspektur tenaga kerja lokal. Inspektur harus melengkapi, menyelesaikan suatu penyelidikan kasus dan mengumumkan perintah dalam 60 hari. Apabila pemberi kerja ditemukan melanggar hukum tenaga kerja, maka pemberi kerja mungkin didenda 200,000 Baht (US$ 4,600) dan menerima hukuman penjara satu tahun. Pemberi kerja dengan sedikitnya 20 pekerja harus mencapai persetujuan mengenai persyaratan tenaga kerja dan kondisi-kondisinya. Secara rinci, mereka harus berunding tentang lama bekerja, gaji, pemberian kompensasi kesejahteraan, prosedur penanganan keluhan, penghentian ketenagakerjaan dan pembaruan, serta perubahan ketenaga-kerjaan. Persetujuan akan berlaku efektif selama maksimum tiga tahun dan sedikitnya satu tahun. Sekali tanggal yang ditetapkan telah lewat tanpa negosiasi kembali, maka secara otomatis persetujuan akan berlaku untuk satu tahun berikutnya. Pihak mana pun boleh menyampaikan suatu permintaan untuk merubah persetujuan itu, dan harus pula menyertakan maksimum tujuh nama peserta negosiasi bersama isinya. Jika suatu permintaan atas nama pekerja tidaklah disampaikan oleh serikat pekerja, maka sedikitnya 15% dari semua peserta harus menyetujui. Perunding Pemberi kerja boleh meliputi mitra, pemegang saham, para direktur, pekerja tetap, atau asosiasi pemberi kerja atau anggota panitia federasi. Perunding dari pekerja boleh meliputi pekerja dan Serikat Pekerja atau anggota panitia federasi. Negosiasi harus berlangsung dalam tiga hari setelah pihak lain menerima permintaan itu. Jika negosiasi tidak terjadi pada tanggal tersebut atau jika pihak-pihak yang berselisih tidak bisa memperoleh kepuasan, maka situasi ini akan menyebabkan perselisihan perburuhan. Pihak yang membuat permintaan itu harus menghubungi perantara perselisihan perburuhan itu, mereka harus melakukan negosiasi kembali antar pihak dalam lima hari. Jika tidak ada persetujuan dicapai, maka perselisihan perburuhan dipertimbangkan tidak dapat didamaikan. Kemudian pekerja boleh melakukan pemogokan/ berdemonstrasi dan pemberi kerja boleh juga melarang bekerja, setelah diberi tahu oleh perantara perselisihan dalam waktu 24 jam. Jika pemogokan atau larangan bekerja membahayakan ekonomi nasional, publik, atau keamanan, maka Menteri Perlindungan Tenaga kerja dan Kesejahteraan dapat mengumumkan penghentian pemogokan atau larangan bekerja, atau memberi Otoritas Panitia Hubungan Perburuhan itu untuk memutuskan perselisihan dan mengeluarkan pendapat untuk ke kedua belah pihak. 

SUMBER DAYA MANUSIA THAILAND PART II

PRAKTEK MSDM DI THAILAND
(DIMENSI )

THAILAND Kerajaan Thailand adalah suatu kerajaan monarki konstitutional berdasar pada Sistem Inggris, dipimpin oleh Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX), yang dulu lahir di Cambridge, Massachusetts. Populasi negara tersebut kebanyakan tinggal di daerah pedesaan dan 85% dari populasinya

 Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed.,M.Si , Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Sumberdaya Manusia pada Fakultas Ekonomi Disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang, Rabu 7 Nopember 2012 adalah suku Thai dan penganut ajaran Budha, dan 10% berasal dari keturunan Cina. Thailand adalah negeri di Asia yang unik yang tidak pernah dijajah oleh Kekuasaan Barat, telah menikmati kondisi yang relatif damai. Indek HDI negara ini berada pada ranking 103 pada tahun 2011

DIMENSI




1)Jarak Kekuasaan (POWER DISTANCE INDEX ) Thailand memperoleh skor 64 pada indeks Jarak Kekuasaan, skor ini sedikit lebih rendah dari rata rata negara-negara Asia (71). Dengan demikian masyarakat Thailand menerima kesenjangan dan rantai komando yang ketat dan protokol yang jelas ada dalam lingkungan pekerjaannya. Karyawan menunjukkan kesetiaan dan rasa hormat kepada atasan mereka sebagai imbalan atas perlindungan dan bimbingan. Hal ini dapat menyebabkan manajemen paternalistik. Dengan demikian, sikap terhadap manajer bersifat lebih formal dengan arus informasi yang hirarkis dan terkendali.  

2)Individualisme (IND) Dengan skor 20 Thailand merupakan negara yang sangat kolektivis. Hal ini terwujud dalam komitmen jangka panjang yang erat dengan 'kelompok' anggota (keluarga, keluarga besar). Loyalitas kepada kelompok di dalam budaya kolektivis adalah hal yang terpenting dan setiap orang bertanggung jawab terhadap anggota kelompok mereka. Untuk melestarikan nilai-nilai dalam kelompok, umumnya pekerja Thailand tidak melakukan hal yang sifatnya konfrontatif. Pelanggaran dalam hal ini dapat menyebabkan seseorang akan kehilangan muka (malu). Hubungan pribadi adalah kunci untuk melakukan bisnis dan dibutuhkan waktu untuk membangun hubungan tersebut sehingga kesabaran sangat diperlukan serta tidak secara terbuka membicarakan bisnis pada kesempatan pertama.  

3)Maskulinitas / Femininitas Thailand memiliki skor 34 pada dimensi ini dan dengan demikian dianggap sebuah masyarakat yang feminin. Thailand memiliki peringkat Maskulinitas terendah di antara negara-negara Asia rata-rata 53 dan rata-rata Dunia 50. Tingkat yang lebih rendah ini merupakan indikasi dari masyarakat dengan daya saing yang kurang, dibandingkan dengan Negara lainnya di mana nilainilai ini dianggap lebih penting dan signifikan. Situasi ini juga memperkuat peran pria dan wanita yang lebih tradisional dalam populasi

4)Penghindaran Ketidakpastian Thailand memiliki skor 64 pada dimensi yang menunjukkan preferensi untuk menghindari ketidakpastian. Dalam rangka meminimalkan atau mengurangi tingkat ketidakpastian, aturan ketat, hukum, kebijakan, dan peraturan yang diadopsi diimplementasikan. Tujuan utama dari aturan ini adalah untuk mengendalikan segala sesuatu yang tak terduga. Sebagai akibat dari karakteristik Penghindaran Ketidakpastian tinggi, umumnya masyarakat tidak siap menerima perubahan dan sangat berisiko merugikan. Perubahan harus terlihat untuk kebaikan yang lebih besar dari pada kelompok.

5)Orientasi Jangka Panjang. Dengan skor 56 Thailand merupakan negara dengan budaya yang berorientasi jangka panjang meskipun tidak sebanyak negara Asia lainnya. Adalah wajib bagi masyarakat Thailand untuk melakukan penghormatan terhadap tradisi dan ketidaksetaraan antara manusia. Di antara nilai-nilai yang dijunjung di sana adalah bekerja keras. Investasi dalam hubungan pribadi dan jaringan sangat penting. Melindungi rasa malu seseorang adalah kunci dan protokol penting

SUMBER DAYA MANUSIA DI THAILAND

Thailand

Kerajaan Thai (nama resmi bahasa Thaiราชอาณาจักรไทย Ratcha Anachak Thai; atau Prathēt Thai), yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris, atau dalam bahasa aslinya Mueang Thai (dibaca: "meng-thai", sama dengan versi Inggrisnya, berarti "Negeri Thai"), adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan Myanmar dan Laut Andaman di barat. Kerajaan Thai dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11 Mei 1949. Kata "Thai" (ไทย) berarti "kebebasan" dalam bahasa Thai, namun juga dapat merujuk kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan warga
negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa.


Budaya :
*budaya dari Thailand menggabungkan kepercayaan budaya dan karakteristik adat ke daerah yang dikenal sebagai Thailand modern ditambah dengan banyak pengaruh dari India kuno, Cina, Kamboja, bersama dengan tetangga pra-sejarah budaya Asia Tenggara . Hal ini dipengaruhi terutama oleh Animisme ,Hindu , Buddha , serta oleh migrasi kemudian dari Cina , dan selatan India .

1)Seni :
*Thailand seni visual secara tradisional terutama Buddha . Thailand Buddha gambar dari periode yang berbeda memiliki sejumlah gaya yang khas.Thailand candi seni dan arsitekturberevolusi dari sejumlah sumber, salah satunya adalah arsitektur Khmer . Seni kontemporer Thailand Thailand sering memadukan unsur-unsur tradisional dengan modern teknik.
Sastra di Thailand yang banyak dipengaruhi oleh India Hindu budaya. Yang penting karya sastra yang paling Thai adalah versi dari Ramayana , sebuah epik agama Hindu, yang disebut Ramakien , ditulis langsung oleh Raja Rama I dan II Rama , dan puisi dari Sunthorn Phu .
Tidak ada tradisi lisan drama di Thailand , bukan peran yang diisi oleh tarian Thailand . Ini dibagi menjadi tiga kategori-Khon, lakhon dan likay - Khon yang paling rumit dan likay yang paling populer. Nang drama , suatu bentuk wayang , ditemukan di selatan.

Para musik dari Thailand termasuk musik tradisi rakyat dan klasik serta string ataumusik pop 

2)Agama:
Young biksu Budha menerima dupa
*Thailand hampir 95% Theravada Buddha(yang meliputi Hutan Tradisi Thailand danNikaya Dhammayuttika dan Asoke Santisekte,) dengan minoritas dari Muslim (4,6%),Kristen (0,7%), Buddha Mahayana , dan agama lain. Thailand Buddhisme Theravadadidukung dan diawasi oleh pemerintah, dengan biarawan menerima sejumlah tunjangan pemerintah, seperti bebas menggunakan infrastruktur transportasi publik.
Buddhisme di Thailand sangat dipengaruhi oleh kepercayaan tradisional mengenai roh leluhur dan alam, yang telah dimasukkan ke dalam kosmologi Buddhis. Kebanyakan orang Thailand rumah sendiri semangat, rumah-rumah kayu miniatur di mana mereka percaya roh hidup rumah tangga. Mereka hadir persembahan makanan dan minuman untuk roh-roh untuk membuat mereka senang. Jika roh ini tidak bahagia, diyakini bahwa mereka akan menghuni rumah yang lebih besar dari Thailand, dan menyebabkan kekacauan. Rumah-rumah ini roh dapat ditemukan di tempat-tempat umum dan di jalan-jalan Thailand, di mana membuat penawaran umum.

3) Luas

Luas wilayah negara Thailand adalah 513.115 Km2.

4)MATA PENCAHARIAN
Mata pencaharian penduduk Thailand adalah pertanian, kehutanan, partambangan, dan industri. Hasil pertanian yang terbesar negara tersebut adalah padi. Thailand merupakan lumbung padi di Asia Tenggara. Hasil hutan Thailand adalah kayu jati. Pertambangan Thailand menghasilkan timah dan mangan. Industri Thailand menghasilkan tekstil, semen, dan barang elektronik. Pariwisata merupakan penghasil devisa utama Thailand. Kota wisata di Thailand adalah Bangkok, Chiang Mai, dan Pattaya. Sedangkan mata uang negara Thailand adalah Baht.