PRAKTEK MSDM DI THAILAND
(DIMENSI )
THAILAND
Kerajaan Thailand adalah suatu kerajaan monarki konstitutional berdasar pada Sistem Inggris,
dipimpin oleh Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX), yang dulu lahir di Cambridge, Massachusetts.
Populasi negara tersebut kebanyakan tinggal di daerah pedesaan dan 85% dari populasinya
Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed.,M.Si , Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu
Manajemen Sumberdaya Manusia pada Fakultas Ekonomi Disampaikan pada Sidang Terbuka
Senat Universitas Negeri Malang, Rabu 7 Nopember 2012 adalah suku Thai dan penganut ajaran Budha, dan 10% berasal dari keturunan Cina. Thailand
adalah negeri di Asia yang unik yang tidak pernah dijajah oleh Kekuasaan Barat, telah menikmati
kondisi yang relatif damai. Indek HDI negara ini berada pada ranking 103 pada tahun 2011
DIMENSI
1)Jarak Kekuasaan (POWER DISTANCE INDEX ) Thailand memperoleh skor 64 pada indeks Jarak Kekuasaan, skor ini sedikit lebih rendah dari rata
rata negara-negara Asia (71). Dengan demikian masyarakat Thailand menerima kesenjangan dan
rantai komando yang ketat dan protokol yang jelas ada dalam lingkungan pekerjaannya.
Karyawan menunjukkan kesetiaan dan rasa hormat kepada atasan mereka sebagai imbalan atas
perlindungan dan bimbingan. Hal ini dapat menyebabkan manajemen paternalistik. Dengan
demikian, sikap terhadap manajer bersifat lebih formal dengan arus informasi yang hirarkis dan
terkendali.
2)Individualisme (IND) Dengan skor 20 Thailand merupakan negara yang sangat kolektivis. Hal ini terwujud dalam
komitmen jangka panjang yang erat dengan 'kelompok' anggota (keluarga, keluarga besar).
Loyalitas kepada kelompok di dalam budaya kolektivis adalah hal yang terpenting dan setiap
orang bertanggung jawab terhadap anggota kelompok mereka.
Untuk melestarikan nilai-nilai dalam kelompok, umumnya pekerja Thailand tidak melakukan hal
yang sifatnya konfrontatif. Pelanggaran dalam hal ini dapat menyebabkan seseorang akan
kehilangan muka (malu). Hubungan pribadi adalah kunci untuk melakukan bisnis dan dibutuhkan
waktu untuk membangun hubungan tersebut sehingga kesabaran sangat diperlukan serta tidak
secara terbuka membicarakan bisnis pada kesempatan pertama.
3)Maskulinitas / Femininitas
Thailand memiliki skor 34 pada dimensi ini dan dengan demikian dianggap sebuah masyarakat
yang feminin. Thailand memiliki peringkat Maskulinitas terendah di antara negara-negara Asia
rata-rata 53 dan rata-rata Dunia 50. Tingkat yang lebih rendah ini merupakan indikasi dari
masyarakat dengan daya saing yang kurang, dibandingkan dengan Negara lainnya di mana nilainilai
ini dianggap lebih penting dan signifikan. Situasi ini juga memperkuat peran pria dan wanita
yang lebih tradisional dalam populasi
4)Penghindaran Ketidakpastian
Thailand memiliki skor 64 pada dimensi yang menunjukkan preferensi untuk menghindari
ketidakpastian. Dalam rangka meminimalkan atau mengurangi tingkat ketidakpastian, aturan
ketat, hukum, kebijakan, dan peraturan yang diadopsi diimplementasikan. Tujuan utama dari
aturan ini adalah untuk mengendalikan segala sesuatu yang tak terduga. Sebagai akibat dari
karakteristik Penghindaran Ketidakpastian tinggi, umumnya masyarakat tidak siap menerima
perubahan dan sangat berisiko merugikan. Perubahan harus terlihat untuk kebaikan yang lebih
besar dari pada kelompok.
5)Orientasi Jangka Panjang.
Dengan skor 56 Thailand merupakan negara dengan budaya yang berorientasi jangka panjang
meskipun tidak sebanyak negara Asia lainnya. Adalah wajib bagi masyarakat Thailand untuk
melakukan penghormatan terhadap tradisi dan ketidaksetaraan antara manusia.
Di antara nilai-nilai yang dijunjung di sana adalah bekerja keras. Investasi dalam hubungan pribadi
dan jaringan sangat penting. Melindungi rasa malu seseorang adalah kunci dan protokol penting

Tidak ada komentar:
Posting Komentar