Jumat, 21 April 2017

SUMBER DAYA MANUSIA THAILAND PART II

PRAKTEK MSDM DI THAILAND
(DIMENSI )

THAILAND Kerajaan Thailand adalah suatu kerajaan monarki konstitutional berdasar pada Sistem Inggris, dipimpin oleh Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX), yang dulu lahir di Cambridge, Massachusetts. Populasi negara tersebut kebanyakan tinggal di daerah pedesaan dan 85% dari populasinya

 Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed.,M.Si , Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Sumberdaya Manusia pada Fakultas Ekonomi Disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang, Rabu 7 Nopember 2012 adalah suku Thai dan penganut ajaran Budha, dan 10% berasal dari keturunan Cina. Thailand adalah negeri di Asia yang unik yang tidak pernah dijajah oleh Kekuasaan Barat, telah menikmati kondisi yang relatif damai. Indek HDI negara ini berada pada ranking 103 pada tahun 2011

DIMENSI




1)Jarak Kekuasaan (POWER DISTANCE INDEX ) Thailand memperoleh skor 64 pada indeks Jarak Kekuasaan, skor ini sedikit lebih rendah dari rata rata negara-negara Asia (71). Dengan demikian masyarakat Thailand menerima kesenjangan dan rantai komando yang ketat dan protokol yang jelas ada dalam lingkungan pekerjaannya. Karyawan menunjukkan kesetiaan dan rasa hormat kepada atasan mereka sebagai imbalan atas perlindungan dan bimbingan. Hal ini dapat menyebabkan manajemen paternalistik. Dengan demikian, sikap terhadap manajer bersifat lebih formal dengan arus informasi yang hirarkis dan terkendali.  

2)Individualisme (IND) Dengan skor 20 Thailand merupakan negara yang sangat kolektivis. Hal ini terwujud dalam komitmen jangka panjang yang erat dengan 'kelompok' anggota (keluarga, keluarga besar). Loyalitas kepada kelompok di dalam budaya kolektivis adalah hal yang terpenting dan setiap orang bertanggung jawab terhadap anggota kelompok mereka. Untuk melestarikan nilai-nilai dalam kelompok, umumnya pekerja Thailand tidak melakukan hal yang sifatnya konfrontatif. Pelanggaran dalam hal ini dapat menyebabkan seseorang akan kehilangan muka (malu). Hubungan pribadi adalah kunci untuk melakukan bisnis dan dibutuhkan waktu untuk membangun hubungan tersebut sehingga kesabaran sangat diperlukan serta tidak secara terbuka membicarakan bisnis pada kesempatan pertama.  

3)Maskulinitas / Femininitas Thailand memiliki skor 34 pada dimensi ini dan dengan demikian dianggap sebuah masyarakat yang feminin. Thailand memiliki peringkat Maskulinitas terendah di antara negara-negara Asia rata-rata 53 dan rata-rata Dunia 50. Tingkat yang lebih rendah ini merupakan indikasi dari masyarakat dengan daya saing yang kurang, dibandingkan dengan Negara lainnya di mana nilainilai ini dianggap lebih penting dan signifikan. Situasi ini juga memperkuat peran pria dan wanita yang lebih tradisional dalam populasi

4)Penghindaran Ketidakpastian Thailand memiliki skor 64 pada dimensi yang menunjukkan preferensi untuk menghindari ketidakpastian. Dalam rangka meminimalkan atau mengurangi tingkat ketidakpastian, aturan ketat, hukum, kebijakan, dan peraturan yang diadopsi diimplementasikan. Tujuan utama dari aturan ini adalah untuk mengendalikan segala sesuatu yang tak terduga. Sebagai akibat dari karakteristik Penghindaran Ketidakpastian tinggi, umumnya masyarakat tidak siap menerima perubahan dan sangat berisiko merugikan. Perubahan harus terlihat untuk kebaikan yang lebih besar dari pada kelompok.

5)Orientasi Jangka Panjang. Dengan skor 56 Thailand merupakan negara dengan budaya yang berorientasi jangka panjang meskipun tidak sebanyak negara Asia lainnya. Adalah wajib bagi masyarakat Thailand untuk melakukan penghormatan terhadap tradisi dan ketidaksetaraan antara manusia. Di antara nilai-nilai yang dijunjung di sana adalah bekerja keras. Investasi dalam hubungan pribadi dan jaringan sangat penting. Melindungi rasa malu seseorang adalah kunci dan protokol penting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar